Tampilkan postingan dengan label Sapardi Djoko Damono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapardi Djoko Damono. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

Jual Buku "Politik Ideologi dan Sastra Hibrida" karya Sapardi Djoko Damono - Harga: 40.000


Judul : Politik Ideologi dan Sastra Hibrida

Karya: Sapardi Djoko Damono

Penerbit: Pustaka Firdaus, 1999





Harga: 40.000





SARA dengan demikian merupakan penghalan resmi perkembangan sastra; ia bisa merupakan alasan yang bisa diterima pihak dalam masyarakat untuk menghambat sastra. Justru Karena kita telah sekata untuk mempergunakan Bahasa Indonesia, yang berarti kita harus berbagi masalah suku, agama, ras, dan adat istiadat masing – masing dengan kelomok lain dalam masyarakat, kebebasan itu menjadi sangat terbatas, berbeda dengan keadaan sebelum kemerdekaan, kini sulit dibayangkan seorang sastrawan peranakan tionghoa menulis novel mengenai maslah masalah yang hidup di lingkungan rasanya dalam kaitannya dengan pribumi; tidak mungkin ia dengan bebas menyuarakan apa apa yang dirasakannya dalam karya sastra yang dibaca luas di negeri ini. Sulit juga dibayangkan munculnya sikap dan penilaian suatu kelompok terhadap kelompok lain. Seorang sastrawan Kristen, misalanya, juga akan mengalami kesulitan yang sama jika ia merasa perlu mengungkapkan segala pergaulannya dengan orang islam. Begitu pula sebaliknya. Dan sastrawan Batak akan harus bersikap hati hati seandainya dia ia berniat mengungkapkan kejengkelan kelompok etnisnya terhadap adat istiadat jawa. Dan keterbatasan ini akan menjadi tekanan jika pemerintah terlalu banyak campur tangan; namun sebenarnya yang lebih sering menjadi juru sensor yang kejam adalah masyarakat sendiri. Ini terbukti dari berbagai kasus pelarangan yang pernah terjadi.

Selasa, 06 Oktober 2015

Jual Buku "Seni Menulis Puisi" karya Hasta Indriyana - Harga: 50.000


Judul: Seni Menulis Puisi

Karya: Hasta Indriyana

Penerbit: Gambang Buku Budaya, 2015




Harga: 50.000




Puisi terdiri dari tubuh dan ruh. Di dalam buku ini mengulik tentang keduanya, yaitu bagaimana mengenalinya dan menguraikan langkah-langkah menulisnya. Kelebihan buku ini adalah pembaca mengenal berbagai jenis puisi, cara menikmati puisi/analisis, dan teknik menuliskannya.



Buku ini terdiri dari teori apresiasi dan langkah-langkah terapan. Masing-masing penulis sertakan contoh puisi untuk mempermudah pemahaman. Ada beberapa langkah yang memang tidak penulis sertakan langkah-langkahnya, sebab dengan contoh  yang ada sudah cukup untuk mengerti ke arah cara menulis puisi yang dimaksud.



Tidak banyak yang tahu jenis-jenis puisi dan istilah-istilah yang melingkupinya, misalnya alusi, impresi, dramatik, antropomorfisme, pararima, kolase. Di dalam buku ini dipaparkan juga kiat menangkap ide, menciptakan kesegaran daya ungkap; menghilangkan kongjungsi; menulis kata pertama; menulis judul; merevisi; dan lain sebagainya.



Buku ini diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mengenal puisi; bagi orang-orang yang ingin bisa menikmati puisi; bagi guru yang mengajarkan puisi; bagi pembina sanggar; bagi penyair yang selama ini kesulitan mengajarkan penulisan puisi; dan bagi siapa pun yang menjadi pemateri penulisan puisi.

Jual Buku "Sihir Rendra: Permainan Makna" karya Sapardi Djoko Damono - Harga: 48.000


Judul: Sihir Rendra: Permainan Makna – kumpulan esai

Karya: Sapardi Djoko Damono

Penerbit: Pustaka Firdaus, 1999





Harga: 48.000





... perkembanga puisi kita akhir-akhir ini berada dalam ketegangan antara keberaksaraan dan kelisanan; para penyair yang sepenuhnya tumbuh dalam tradisi cetak mempunyai dorongan yang kuat, dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungannya, untuk melisankan apa yang sudah susah-susah ditulisnya—atau, seperti halnya penulis naskah lakon, menyiapkan teks tertulis untuk suatu pertunjukan pembacaan puisi. Hakikat keberaksaraan adalah interiorisasi, yakni pengembangan gagasan, pemahaman, dan penghayatan yang terjadi dalam benak pembaca yang tidak bersumber pada pengutaraan lisan. Keberaksaraan juga membayangkan teks yang sama sekali terpisah dari pengarangnya, yang mengembara melintasi waktu dan tempat. Tradisi cetak juga memperhitungkan suatu hal yang sangat hakiki dalam kelisanan, yakni kontak langsung antara penyair atau pelisan dan pembaca. Dalam sangat banyak peristiwa pelisanan puisi akhir-akhir ini, penyair yang sudah menyerahkan karya tulisnya kepada masyarakat untuk ditafsirkan sering sekali bertindak juga sebagai mediator dan penafsir puisinya sendiri. Dengan demikian penyair kita mempunyai peran ganda, mencipta dan kemudian menafsirkan ciptaannya sendiri.



(Kelisanan dan Keberaksaraan: Kasus Puisi Indonesia Mutakhir)