Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

Jual Buku "Tafakur di Ujung Cinta" karya Kuswaidi Syafi’ie - Harga: 25.000


Judul: Tafakur  di Ujung Cinta

Karya: Kuswaidi Syafi’ie

Penerbit: Pustaka Pelajar, 2003




Harga: 25.000


Cinta adalah pertautan sublim dan mutlak antara manusia dengan tuhan. Separuh dari unsur cinta itu adalah manusia dan separuhnya lagi adalah Tuhan. Ketika guyuran cinta itu berbaur dengan berkah, maka yang akan menyembul darinya adalah pengorbanan, kesetiaan dan ketulusan: bagian terbersih dari hidup manusia yang akan senantiasa bertahta di langit keabadian. Itulah kekuatan yang sanggup menjebol segala bentuk pagar yang pejal dan angkuh. Itulah satu–satunya energi yang mampu menghantarkan manusia ke ujung ketakterhinggaan, yaitu Tuhan yang merdeka dari segala rumus dan teori.



Untuk mempersiapkan diri memasuki kesucian cinta yang demikian, ada baiknya kita secara kontinyu melatih potensi cinta di dalam diri agar senantiasa fokus kepada seseorang, laki–laki atau perempuan, yang secara sufistik–simbolik mesti dipahami sebagai tuhan itu sendiri. Hanya dalam fokuslah ketajaman cinta itu akan maksimal.

Jual Buku "Ekonomi Enak Dibaca dan Perlu" karya Sjahrir - Harga: 35.000


Judul: Ekonomi Enak Dibaca dan Perlu

Karya: Sjahrir

Penerbit: PT Pustaka Utama Grafiti, 1994



Harga: 35.000




Disertai komentar dan analisis yang tajam, kumpulan tulisan Sjahrir yang berasal dari kolom majalah Tempo ini merefleksikan pelbagai peristaiwa ekonomi politik yang marak sepanjang kurun 1986-1994, baik di tingkat domestik maupun global, bertutur dengan gaya plastis dan tidak berbelit–belit, ia mengupas banyak hal: dari ekonomi makro sampai soal – soal makro perusahaan yang punya dampak politis luas, seperti kasus bank Summa atau bobolnya Bapindo.



Sjahrir dilahirkan di Kudus, Jawa Tengah, pada 1945. Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1983) ini meraih gelar Doktor dalam Ekonomi Politik dan pemerintahan dari Universitas Harvard, AS (1983). Tergolong aktivis angkatan ’66, ia dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi yang kritis dan produktif.



Beberapa di antara karyanya yang antara lain, Ekonomi Politik Kebutuan Pokok, sebuah tinjauan prospektif  (1986) dan kebijaksanaan Negara,konsistensi dan implementasi  (1987).

Jual Buku "Politik Ideologi dan Sastra Hibrida" karya Sapardi Djoko Damono - Harga: 40.000


Judul : Politik Ideologi dan Sastra Hibrida

Karya: Sapardi Djoko Damono

Penerbit: Pustaka Firdaus, 1999





Harga: 40.000





SARA dengan demikian merupakan penghalan resmi perkembangan sastra; ia bisa merupakan alasan yang bisa diterima pihak dalam masyarakat untuk menghambat sastra. Justru Karena kita telah sekata untuk mempergunakan Bahasa Indonesia, yang berarti kita harus berbagi masalah suku, agama, ras, dan adat istiadat masing – masing dengan kelomok lain dalam masyarakat, kebebasan itu menjadi sangat terbatas, berbeda dengan keadaan sebelum kemerdekaan, kini sulit dibayangkan seorang sastrawan peranakan tionghoa menulis novel mengenai maslah masalah yang hidup di lingkungan rasanya dalam kaitannya dengan pribumi; tidak mungkin ia dengan bebas menyuarakan apa apa yang dirasakannya dalam karya sastra yang dibaca luas di negeri ini. Sulit juga dibayangkan munculnya sikap dan penilaian suatu kelompok terhadap kelompok lain. Seorang sastrawan Kristen, misalanya, juga akan mengalami kesulitan yang sama jika ia merasa perlu mengungkapkan segala pergaulannya dengan orang islam. Begitu pula sebaliknya. Dan sastrawan Batak akan harus bersikap hati hati seandainya dia ia berniat mengungkapkan kejengkelan kelompok etnisnya terhadap adat istiadat jawa. Dan keterbatasan ini akan menjadi tekanan jika pemerintah terlalu banyak campur tangan; namun sebenarnya yang lebih sering menjadi juru sensor yang kejam adalah masyarakat sendiri. Ini terbukti dari berbagai kasus pelarangan yang pernah terjadi.

Jual Buku "Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan" karya Ignas Kleden - Harga: 80.000


Judul: Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan

Karya: Ignas Kladen

Penerbit: PT Pustaka Utama Grafiti, 2004



Harga: 80.000


Apa yang membedakan sebuah teks kesusastraan dengan jenis teks lainnya? Apakah sastra harus kontekstual? Bagaimana memahami karya sastra dalam hubungan dengan penulisnya? Problemik problemik seperti itulah antara lain yang dilontarkan Ignas Kladen melalui esai-esainya yang dikumpulkan dalam buku ini. Esais yang juga ilmuan sosial terkemuka ini secara khusus mengulas karya dan sosok sejumlah sastrawan Indonesia, seperti Goenawan Mohamad, H.B. Jasmin, hasilnya, sebuah kajian yang lincah dan jernih tentang sastra dan budaya Indonesia kontemporer.



Ignas kleden, Lahar di Laratuka, flores timur pada 19 Mei 1948. Doktor Sosiologi dari Universtas Bielefeld, Jerman ini mengajar pada program S2 jurusan komunikasi FISIP Universitas Indonesia dan program S2 STF Driyarkara. Anggota Akademi Jakarta sejak 2003, ia juga aktif menulis kolom di berbagai media, karya tulisnya yang telah dibukukan sikap ilmiah dan kritik kebudayaan (1988). Menulis politik: Indonesia sebagai utopia (2002) dan masyarakat dan Negara: Sebuah persoalan (2004). Sebagai penghargaan atas prestasinya di bidang pemikiran sosial, pada 2003 ia dianugrahi Achmat Bakri Award oleh Freedom Institute, Jakarta.

Jual Buku "Mahasiswa dan Masa Depan Politik Indonesia" karya Drs. Mohammad Djazman Al-kindi, dkk. - Harga: 20.000


Judul: Mahasiswa dan Masa Depan Politik Indonesia

Karya: Drs. Mohammad Djazman Al-kindi, dkk.

Penerbit: PSIP DPP IMM, 1993





Harga: 20.000





Kehidupan politik dalam sesuatu bangsa atau Negara, sampai saat ini masih menjadi barometer utama untuk menilai suatu bangsa itu memiliki kekuatan atau tidak. Maskipun aspek politik tentu tidak bisa berdiri sendiri, karena hal itu sangat terkait dengan kemajuan ekonomi suatu bangsa, juga kemudian ilmu dan teknologi. Kalau kita liat, fenomena masa kini, bahwa pemegang dominasi kekuatan politik dunia adalah mereka yang memikir sumber daya yang handal dalam penguasan ekonomi dan sains-tek.



Lantas di mana posisi mahasiswa yang disebut sebagai generasi yang secara kualitatif merupakan sumber daya masa depan yang handal? perlukah mereka ‘dibina’, diarahkan atau dibiarkan menemukan identitas dirinya secara independen, sehingga selalu siap menghadapi tatanan dunia baru ini?



Buku  ini mengkaji permasalahan strategis di atas.